Tuesday, March 17, 2015

UU ITE

Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik adalah ketentuan yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia.

Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 20 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

Menetapkan :

UNDANG-UNDANG TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK. BAB I KETENTUAN UMUM

Disini akan sedikit me review tentang perbuatan yang dilarang dalam UU ITE pasal 28, sbb:

BAB VII PERBUATAN YANG DILARANG
Pasal 28
Ayat (1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.
Ayat (2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Review : Dalam kemajuan teknologi sering orang menganggap remeh curhatan mereka untuk menghujat, mengkritik berlebihan, melakukan pembohongan dari suatu organisasi atau perorangan, bahkan mereka yang melakukannya pun tidak berhati dalam tulisan mereka yang di posting. Ini berdampak buruk bagi organisasi atau perorangan yang merasa dirugikan atas postingan mereka yang melakukan tindakan pencemaran nama baik. Bagi yang merasa dirugikan berhak untuk melaporkan ini kemedia hukum untuk menegakan peradilan karna telah di cemarkan nama baik. Walaupun

Sunday, March 15, 2015

Baik dan Buruk

Di dalam sifat hanya mengenal 2 sifat yaitu sifat baik dan sifat buruk, sifat baik yaitu sifat yang menunjukan hal positif contohnya : tolong menolong/membantu sesama, hormat kepada manusia lainnya, orang yang lebih tua, melakukan hal-hal yang menguntungkan bagi semua yang ada di alam dunia dan lain sebagainya. sedangkan sifat buruk adalah sifat yang menunjukan hal-hal yang negatif, contohnya : merusak, tidak sopan kepada sesama bahkan kepada orang yang lebih tua, angkuh, acuh tak acuh, dan lain lain sebagainya. 
dibawah ini adalah penilaian sifat baik dan buruk menurut pandangan :

1. Agama
Seluruh agama di dunia ini mengajarkan kebaikan. Ukuran baik dan buruk menurut norma agama lebih bersifat tetap, bila dibandingkan dengan ukuran baik dan buruk dimata nurani, rasio, adat istiadat, dan pandangan individu. Keempat ukuran tersebut bersifat relatif dan dapat berubah sesuai dengan ruang dan waktu. Ukuran baik dan buruk yang berlandaskan norma agama kebenarannya lebih dapat dipercaya dan dapat dipertanggungjawabkan, karena norma agama merupakan ajaran Tuhan Yang Maha Suci. Disamping itu, ajaran Tuhan lebih bersifat universal, lebih terhindar dari subyektifitas individu maupun kelompok.
sumber - http://vaniadiantietikaprofesi.blogspot.com/2012/03/cara-penilaian-baik-dan-buruk.html

2. Adat Istiadat
Menurut aliran ini ditentukan berdasarkan adat istiadat yang berlaku dan dipegang teguh oleh masyarakat. Didalam masyarakat kita jumpai adat istiadat yang berkenaan dengan cara berpakaian, makan, minum, bercakap-cakap dansebagainya. Orang yang mengikuti cara-cara yang demikian itulah yang dianggap orang yang baik, dan orang yang menyalahinya adalah orang yang buruk.
Setiap bangsa memiliki adat istiadat tertentu. Apabila seorang dari mereka menyalahi adat istiadat itu, sangat dicela dan dianggap keluar dari golongan bangsanya.
Pada masa sekarang, kirta dapat membenarkan adat istiadat semacam itu dan bukan mengingkarinya, dan bila adat istiadat itu banyak salahnya, maka tidak tepat dijadikan ukuran baik dan buruk bagi perbuatan-perbuatan kita.
Poedja Wijatna mengatakan bahwa adat istiadat pada hakikatnya produk budaya manusia yang sifatnya nisbi dan relative. Keberadaan paham adat istiadat ini menunjukkan eksistensi dan pesan moral dalam masyarakat. Berpegang adat istiadat itu, meskipun tidak benar ada juga faedahnya, sebab ada juga orang-orang yang tidak mau melanggar adat istiadat yang baik, dan banyak pula orang-orang yang tidak mau mengikutinya adat istiadat dari lingkungannya.
sumber - http://vacheindustrialengineering.blogspot.com/2012/03/baik-dan-buruk-menurut-berbagai-aliran.html

3. Hedonisme
Aliran Hedoisme adalah aliran filsafat yang terhitung tua, karena berakar pada pemikiran filsafat Yunani. Menurut paham ini banyak yang disebut perbuatan yang baik adalah perbuatan yang banyak mendatangkan kelezatan, kenikmatan, dan kepuasan nafsu biologis.
a. Epicurus
Berpendapat bahwa kebahagiaan, kelezatan ialah tujuan manusia, tidak ada kekuatan dalam hidup selain kelezatan dan tidak ada keburukan kecuali penderitaan. Kelezatan akal dan rohani itu lebih penting dari kelezatan badan. Epicurus pun berpendapat bahwa sebaik-baik kelezatan yang dikehendaki ialah kelezatan “ketentraman aka”.
b. Golongan Epicurus
Berpendapat bahwa perbuatan-perbuatan itu tidak diukur dengan kelezatan dan kepedihan yang terbatas waktunya saja, tetapi wajib bagi tiap-tia manusia melihat ke semua hidupnya.
Epicurus menyebutkan 3 macam kelezatan :
1. Kelezatan yang wajar dan diperlukan contoh makanan, minuman
2. Kelezatan yang wajar tetapi belum diperlukan sekali. Missal kelezatan makan yang enak lebih daripada yang biasa
3. Kelezatan yang tidak wajar dan tidak diperlukan. Missal kemegahan harta benda.
Aliran hedoisme dibagi 2 :
1. Egositic Hedoisme
   Dinyatakan bahwa ukuran kebaikan adalah kelezatan diri pribadi orang yang berbuat. Karena dalam aliran ini mengharuskan kepada pengikutnya agar menyerahkan segala perbuatan untuk menghasilkan kelezatan yang sebesarbesarnya.
2. Universalistic Hedoisme
Menyatakan bahwa aliran ini mengharuskan agar manusia dalam hidupnya mencari kebahagiaan yang sebesar-besarnya untuk sesame manusia dan bahkan pada sekalian makhluk yang berperasaan.
sumber - http://vacheindustrialengineering.blogspot.com/2012/03/baik-dan-buruk-menurut-berbagai-aliran.html

4. Ituisi
Menurut aliran intuisi yang ada pada makalah ilmiah berpendapat bahwa setiap manusia memiliki kekuatan batin sebagai suatu instrument yang dapat membedakan baik atau buruknya suatu perbuatan. Intuisi ini semacam ilham yang memberi tahu nilai perbuatan itu lalu menetapkan hukum baik buruknya sebagaimana kita diberi mata dan telinga, dengan sekilas melihat dapat menetapkan putih atau hitamnnya sesuatu, dengan hanya mendengar sekilas kita dapat menyatakan suara itu merdu atau tidak.
Menurut warta warga gunadarma Bisikan hati adalah kekuatan batin yang dapat mengidentifikasi apakah sesuatu perbuatan itu baik atau buruk tanpa terlebih dahulu melihat akibat yang ditimbulkan perbuatan itu”. Faham ini merupakan bantahan terhadap faham hedonism, tujuan utama dari aliran ini adalah keutamaan, keunggulan, keistimewaan yang dapat juga diartikan sebagai kebaikan budi pekerti.
sumber - http://gressellahutasoit.blogspot.com/2012/03/penilaian-baik-dan-buruk.html

5. Evolusi
Menurut Alexander dalam warta warga gunadarma nilai moral harus selalu berkompetisi dengan nilai yang lainnya, bahkan dengan segala yang ada di alam mini dan nilai moral yang bertahanlah (tetap) yang dikatakan dengan baik, dan nilai-nilai yang tidak bertahan (kalah dengan perjuangan antar nilai) dipandang sebagai buruk.
Menurut aqilalhilmy pada evolusi alam menyaring segala yang maujud (ada), berdasarkan ciri-ciri hukum alam yang terus berkembang yang dipergunakan untuk menentukan baik dan buruk.

Kode Etik Advokat Indonesia

-          KODE ETIK ADVOKAT INDONESIA PEMBUKAAN
Bahwa semestinya organisasi profesi memiliki Kode Etik yang membebankan kewajiban dan sekaligus memberikan perlindungan hukum kepada setiap anggotanya dalam menjalankan profesinya. Advokat sebagai profesi terhormat (officium nobile) yang dalam menjalankan profesinya berada dibawah perlindungan hukum, undang-undang dan Kode Etik, memiliki kebebasan yang didasarkan kepada kehormatan dan kepribadian Advokat yang berpegang teguh kepada Kemandirian, Kejujuran, Kerahasiaan dan Keterbukaan. Bahwa profesi Advokat adalah selaku penegak hukum yang sejajar dengan instansi penegak hukum lainnya, oleh karena itu satu sama lainnya harus saling menghargai antara teman sejawat dan juga antara para penegak hukum lainnya. Oleh karena itu juga, setiap Advokat harus menjaga citra dan martabat kehormatan profesi, serta setia dan menjunjung tinggi Kode Etik dan Sumpah Profesi, yang pelaksanaannya diawasi oleh Dewan Kehormatan sebagai suatu lembaga yang eksistensinya telah dan harus diakui setiap Advokat tanpa melihat dari organisasi profesi yang mana ia berasal dan menjadi anggota, yang pada saat mengucapkan Sumpah Profesi-nya tersirat pengakuan dan kepatuhannya terhadap Kode Etik Advokat yang berlaku. Dengan demikian Kode Etik Advokat Indonesia adalah sebagai hukum tertinggi dalam menjalankan profesi, yang menjamin dan melindungi namun membebankan kewajiban kepada setiap Advokat untuk jujur dan bertanggung jawab dalam menjalankan profesinya baik kepada klien, pengadilan, negara atau masyarakat dan terutama kepada dirinya sendiri. - See more at: http://www.peradi.or.id/index.php/profil/detail/5#sthash.GUHCZQPp.dpuf.
-          KEPRIBADIAN ADVOKAT
Pasal 2
Advokat Indonesia adalah warga negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bersikap satria, jujur dalam mempertahankan keadilan dan kebenaran dilandasi moral yang tinggi, luhur dan mulia, dan yang dalam melaksanakan tugasnya menjunjung tinggi hukum, Undang-undang Dasar Republik Indonesia, Kode Etik Advokat serta sumpah jabatannya.
Pasal 3
 a. Advokat dapat menolak untuk memberi nasihat dan bantuan hukum kepada setiap orang yang memerlukan jasa dan atau bantuan hukum dengan pertimbangan oleh karena tidak sesuai dengan keahliannya dan bertentangan dengan hati nuraninya, tetapi tidak dapat menolak dengan alasan karena perbedaan agama, kepercayaan, suku, keturunan, jenis kelamin, keyakinan politik dan kedudukan sosialnya.
b. Advokat dalam melakukan tugasnya tidak bertujuan semata-mata untuk memperoleh imbalan materi tetapi lebih mengutamakan tegaknya Hukum, Kebenaran dan Keadilan.
c. Advokat dalam menjalankan profesinya adalah bebas dan mandiri serta tidak dipengaruhi oleh siapapun dan wajib memperjuangkan hak-hak azasi manusia dalam Negara Hukum Indonesia.
d. Advokat wajib memelihara rasa solidaritas diantara teman sejawat.
e. Advokat wajib memberikan bantuan dan pembelaan hukum kepada teman sejawat yang diduga atau didakwa dalam suatu perkara pidana atas permintaannya atau karena penunjukan organisasi profesi.
f. Advokat tidak dibenarkan untuk melakukan pekerjaan lain yang dapat merugikan kebebasan, derajat dan martabat Advokat.
g. Advokat harus senantiasa menjunjung tinggi profesi Advokat sebagai profesi terhormat (officium nobile).
h. Advokat dalam menjalankan profesinya harus bersikap sopan terhadap semua pihak namun wajib mempertahankan hak dan martabat advokat.
i. Seorang Advokat yang kemudian diangkat untuk menduduki suatu jabatan Negara (Eksekutif, Legislatif dan judikatif) tidak dibenarkan untuk berpraktek sebagai Advokat dan tidak diperkenankan namanya dicantumkan atau dipergunakan oleh siapapun atau oleh kantor manapun dalam suatu perkara yang sedang diproses/berjalan selama ia menduduki jabatan tersebut.  
- BAB III HUBUNGAN DENGAN KLIEN
Pasal 4
a. Advokat dalam perkara-perkara perdata harus mengutamakan penyelesaian dengan jalan damai.
b. Advokat tidak dibenarkan memberikan keterangan yang dapat menyesatkan klien mengenai perkara yang sedang diurusnya.
c. Advokat tidak dibenarkan menjamin kepada kliennya bahwa perkara yang ditanganinya akan menang.
d. Dalam menentukan besarnya honorarium Advokat wajib mempertimbangkan kemampuan klien.
 e. Advokat tidak dibenarkan membebani klien dengan biaya-biaya yang tidak perlu.
f. Advokat dalam mengurus perkara cuma-cuma harus memberikan perhatian yang sama seperti terhadap perkara untuk mana ia menerima uang jasa.
g. Advokat harus menolak mengurus perkara yang menurut keyakinannya tidak ada dasar hukumnya.
h. Advokat wajib memegang rahasia jabatan tentang hal-hal yang diberitahukan oleh klien secara kepercayaan dan wajib tetap menjaga rahasia itu setelah berakhirnya hubungan antara Advokat dan klien itu.
i. Advokat tidak dibenarkan melepaskan tugas yang dibebankan kepadanya pada saat yang tidak menguntungkan posisi klien atau pada saat tugas itu akan dapat menimbulkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki lagi bagi klien yang bersangkutan, dengan tidak mengurangi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf a.
j. Advokat yang mengurus kepentingan bersama dari dua pihak atau lebih harus mengundurkan diri sepenuhnya dari pengurusan kepentingan-kepentingan tersebut, apabila dikemudian hari timbul pertentangan kepentingan antara pihak-pihak yang bersangkutan.
k. Hak retensi Advokat terhadap klien diakui sepanjang tidak akan menimbulkan kerugian kepentingan klien.
- BAB IV HUBUNGAN DENGAN TEMAN SEJAWAT Pasal 5
a. Hubungan antara teman sejawat Advokat harus dilandasi sikap saling menghormati, saling menghargai dan saling mempercayai.
b. Advokat jika membicarakan teman sejawat atau jika berhadapan satu sama lain dalam sidang pengadilan, hendaknya tidak menggunakan kata-kata yang tidak sopan baik secara lisan maupun tertulis.
c. Keberatan-keberatan terhadap tindakan teman sejawat yang dianggap bertentangan dengan Kode Etik Advokat harus diajukan kepada Dewan Kehormatan untuk diperiksa dan tidak dibenarkan untuk disiarkan melalui media massa atau cara lain.
d. Advokat tidak diperkenankan menarik atau merebut seorang klien dari teman sejawat.
e. Apabila klien hendak mengganti Advokat, maka Advokat yang baru hanya dapat menerima perkara itu setelah menerima bukti pencabutan pemberian kuasa kepada Advokat semula dan berkewajiban mengingatkan klien untuk memenuhi kewajibannya apabila masih ada terhadap Advokat semula.
f. Apabila suatu perkara kemudian diserahkan oleh klien terhadap Advokat yang baru, maka Advokat

Saturday, February 21, 2015

PROTOTYPE SISTEM APLIKASI ABSENSI MENGGUNAKAN GPS PADA PERUSAHAAN

1.      Aplikasi ini berbasiskan client server, dimana sebagai servernya adalah berupa web yang dikelola oleh administrator dan diunggah pada sebuah webhosting. Sedangkan untuk sisi client merupakan user yang terdiri dari karyawan Konsuil Bogor dengan aplikasi absensi mobile yang berjalan pada platform android. Webserver merupakan tempat untuk menyimpan data absensi karyawan yang diinputkan melalui aplikasi mobile android.
2.      Pada aplikasi ini, user harus melakukan validasi keberadaan posisi karyawan untuk bisa melakukan absensi. Data absensi karyawan masuk ke webserver yang dikelola oleh admin yang bertugas untuk memvalidasi kembali absensi yang telah diinputkan oleh user/karyawan. Webadmin dapat mengelola seluruh data absensi karyawan.
3.      Data absensi karyawan yang dikirim melalui telepon genggam akan diakses oleh sinyal (GPS) dan Google Maps untuk di identifisikan keberadaan / posisi karyawan. Dalam hal ini penentuan posisi karyawan yang diakui keberadaanya di batasi oleh area akses yang ditentukan oleh titik pusat lokasi kantor.
4.      Penentuan titik pusat lokasi kantor, berawal dari koordinat lokasi kantor terdiri atas Latitude dan Longitude, koordinat ini diambil dari google masps. Berikut di bawah ini merupakan lokasi keberadaan lokasi kantor Konsuil area Bogor.





5.      Sinyal kehadiran karyawan yang dibaca oleh GPS, akan diolah oleh aplikasi dengan bentuk tanggapan penerimaan yang diberikan adalah ”anda berada di area kantor” untuk sinyal yang berada di dalam batasan area dan tanggapan penolakan yang diberikan adalah “anda tidak berada di area kantor” untuk sinyal yang berada di luar batasan area. Untuk validasi kehadiran karyawan maka Manager/Kepala Bagian diberi hak akses penuh untuk melakukan verifikasi data, pada aplikasi disediakan tombol x delete untuk karyawan yang tidak hadir di kantor.


·         Screen shoot tampilan awal








·         Screen shoot website
Website ini digunakan sebagai pusat pengolahan data absensi karyawan.

PROPOSAL SISTEM APLIKASI ABSENSI MENGGUNAKAN GPS PADA PERUSAHAAN



            Nama & NPM             :  Aulia Satyagraha   (18111126)
                                                 Citra Ayu R           (11111671)
                                               Lina Yuliyanti       (14111104)
                                               M Alfin Wisnu      (14111211)
                                        Rahmat Setiadi     (18111366)
            Fakultas                        :  Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
            Jurusan                        :  Sistem Informasi
            Kelas                           :  4KA06


Jakarta
2014
       I.            LATAR BELAKANG

Perkembangan teknologi mobile saat ini telah mencapai taraf yang sangat pesat jika dibandingkan dengan keadaan satu decade lalu. Sejalan dengan perkembangan tersebut, keberadaan mobile device sudah semakin menyatu dengan kehidupan personal manusia. Salah satu bentuk perkembangan tersebut adalah kemudahan seseorang untuk memperoleh data-data posisi spasial orang lain. Hal ini dimungkinkan karena secara langsung atau pun tidak langsung mobile device yang dibawa oleh seseorang dapat menjadi sebuah pemancar keberadaan orang tersebut. Salah satu teknologi mobile yang memanfaatkan data spasial / ruang sebagai factor penunjang utamanya adalah Location Based Service.
Konsuil adalah singkatan dari Komite Nasional Keselamatan Untuk Instalasi Listrik. Berfungsi sebagai lembaga pemeriksa instalasi pemanfaatan tenaga listrik konsumen tegangan rendah, Dalam pelaksanaannya perusahaan ini mempunyai karyawan yang cukup banyak guna mencapai tujuan dan fungsi perusahaan yang telah ditetapkan. Oleh karena karyawan yang cukup banyak, maka data karyawan tersebut harus terorganisir dengan baik. Absensi Karyawan yang ada sekarang masih dilaksanakan secara manual menggunakan Ms Excel dengan menginputkan data absensi karyawan satu per satu ke dalam komputer.
Karyawan yang melakukan absensi harus berada di area kantor, penggunaan web service dan GPS berdampak pada aplikasi untuk melakukan pembatasan area akses karyawan pada saat melakukan  absensi. Proses absensi ini juga mempermudah petugas di bagian personalia dalam mengolah data absensi karyawan secara komputeris

    II.            RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, maka perumusan masalahnya adalah bagaimana merancang dan membangun sebuah sistem absensi menggunakan GPS  berbasis Android agar data karyawan tersebut terorganisir dengan baik. Perancangan sistem informasi ini terbatas pada Location Based Service.. Sistem ini berbasis Android dengan menggunakan Eclipse, PHP dan MySQL.


 III.            TUJUAN
      Proyek aplikasi ini dimaksudkan :            
·         Sebagai alternatif proses absensi karyawan, dengan basis Android yang berfungsi sebagai media komunikasi antara karyawan dengan kantor Konsuil Bogor, khususnya bagian personalia.
·         Sistem absensi yang dibangun secara simulasi sehingga dapat digunakan untuk menangkap lokasi dan waktu check-in, check-out dan izin dari pengguna aplikasinya.
·         Menghindari terjadinya kecurangan pada absensi.

 IV.            WAKTU PENGERJAAN SISTEM
Kegiatan dan waktu pelaksanaan

November

1  2    3  4

Desember

1  2   3    4
Januari
1     2      3    4
Analisis Kebutuhan

Design fungsi

Pemograman

Pengujian

Instalasi

Pelatihan

Pemeliharaan

Dokumentasi


    V.            RANCANGAN BIAYA SISTEM INFORMASI
Biaya untuk implementasi “Aplikasi Absensi menggunakan GPS” diperkirakan sebagai berikut:
1.      Biaya Persiapan
Tipe Requitment
Spesifikasi
Harga Satuan ( Rupiah )
Software
·      Windows 7 Home Ultimate 32 bit
·      Domain & Hosting
Rp 1.610.800

Rp 200.000/bulan
Hardware
·         1 Paket Komputer ( PC )
·         Modem Eksternal
·         1 Printer
Rp 7.000.000
Rp 500.000
Rp 750.000

Jumlah
Rp 10.060.800

2. Biaya Pengerjaan
No.
Perincian
Biaya ( Rupiah )
1
Analisis kebutuhan
Rp      700.000
2
Desain Fungsi
Rp     6.00.000
3
Pemograman
Rp   6.000.000
4
Pengujian
Rp      350.000
5
Instalasi
Rp      200.000
6
Pelatihan
Rp      350.000
7
Pemeliharaan
Rp      400.000
8
Dokumentasi
Rp      300.000
9
Transportasi
Rp      150.000

Jumlah
Rp 9.050.000

3. Biaya Keseluruhan
Biaya Keseluruhan = Biaya Persiapan + Biaya Pengerjaan
                               = Rp 10.060.800 + Rp 9. 050. 000
= Rp 19.110.800

 VI.            TENAGA PELAKSANA
No
Nama
Peran
1
Citra Ayu R
Analisis Sistem
2
M Alfin
Koordinator tim, Dokumentasi
3
Rahmat S
SDM studi kelayakan, Dokumentasi
4
Aulia S
SDM studi kelayakan, Desain Fungsi, Training
5
Lina Yuliyanti
Programmer, Testing, Pemeliharaan


VII.            METODOLOGI
1.      Analisis Kebutuhan
Mempelajari proses-proses dan indentifikasi data-data yang dibutuhkan, dalam perancangan suatu aplikasi. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan kemudahan dalam hal ini untuk meningkatkan pelayanan efesiensi dan keputusan.
2.      Desain Fungsi
Melakukan desain sistem secara detail, mulai dari Context Diagram, Data Flow Diagram (DFD), desain file, desain tabel, relasi tabel dan sebagainya sehingga membentuk sistem lengkap sesuai dengan fungsi-fungsi bisnis yang dikehendaki.
3.      Pemograman
Melakukan coding untuk merealisasikan desain fungsi yang telah dibuat. Lama Pengerjaan dan Jumlah baris coding ini turut menentukan besar-kecilnya harga Aplikasi yang dibuat.
4.      Pengujian
Melakukan beberapa testing dengan uji prilaku (behavior testing), focus terhadap input dan output, dan testing terhadap fungsionalitas sistem.
5.      Instalasi
Mengganti dan menempatkan sistem atau menempatkan sistem yang baru terhadap aplikasi yang dibuat, jika hasil dari suatu proses pengujian sudah sesuai dengan fungsinya.
6.      Pelatihan
Pihak developer proyek perangkat lunak bertanggung jawab melatih siapa saja yang hendak mengoperasikan program aplikasi yang telah dibuat. Pihak pengembang juga berkewajiban memberikan informasi yang benar dan terbuka sehingga tidak menyulitkan para pengguna aplikasi selanjutnya.
7.      Pemeliharaan
Proyek perangkat lunak tidak bisa selesai begitu saja setelah diserah terimakan, tetapi masih berlanjut hingga tenggang waktu yang cukup untuk memastikan bahwa produk perangkat lunak yang telah diserahkan tersebut bisa beroperasi dengan baik dan tidak ada kendala yang berarti.

8.      Dokumentasi
Dalam sebuah proyek bisa terdiri dari beberapa dokumen. Dokumen dibuat untuk melihat kemajuan proyek yang sedang dikembangkan, sebagai referensi untuk bug bila terjadi kendala, sebagai pedoman operasional dan sebagainya.

VIII.                  GAMBARAN SISTEM
                                           Gambar 2 Use Case Diagram Website

Gambar 3 Use Case Diagram Aplikasi Mobile



IX.     PENUTUP
Demikian proposal penawaran ini kami sampaikan untuk menjadi bahan pertimbangan dalam upaya untuk mengembakan aplikasi sistem aplikasi absensi menggunakan GPS secara efektif dan efisien. Kami sangat mengharapkan proposal yang kami tawarkan ini bisa bermanfaat secara optimal sesuai dengan harapan bersama.


About me

My photo
gak boleh bilang enggak bisa dan enggak boleh bilang nyerah :)