Friday, May 30, 2014

EJAAN BAHASA INDONESIA

 PENGERTIAN EJAAN
Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi-bunyi ujaran, bagaimana menempatkan tanda-tanda baca, bagaimana memotong-motong suatu kata dan bagaimana menggabungkan kata-kata.

MACAM-MACAM EJAAN
      1.      Ejaan Van Ophuysen
Ejaan Van Ophuysen disebut juga Ejaan Balai pustaka. Masyarakat pengguna bahasa menerapkannya sejak tahun 1901 sampai 1947. Ejaan ini merupakan karya Ch.A. Van Ophuysen, dimuat dalam kitab Logat Melayoe (1901). Ciri khusus ejaan Van Ophuysen:
Ejaan ini digunakan untuk menuliskan kata-kata Melayu menurut model yang dimengerti oleh orang Belanda, yaitu menggunakan huruf Latin dan bunyi yang mirip dengan tuturan Belanda, antara lain:
1.      Huruf /u/ ditulis /oe/.
2.      Komahamzah /k/ ditulis dengan tanda (’) pada akhir kata misalnya bapa’, ta’.
3.      Jika pada suatu kata berakhir dengan huruf /a/ mendapat akhiran /i/, maka di atas akhiran itu diberi tanda trema (”).
4.      Huruf /c/ yang pelafalannya keras diberi tanda (’) diatasnya.
5.      Kata ulang diberi angka 2, misalnya: janda2 (janda-janda).
6.      Kata majemuk dirangkai ditulis dengan 3 cara :
·         Dirangkai menjadi satu, misalnya (hoeloebalang, apabila).
·         Dengan menggunakan tanda penghubung misalnya, (rumah-sakit).
·         Dipisahkan, misalnya (anaknegeri).
Huruf hidup yang diberi titik dua diatasnya seperti ä, ë, ï dan ö, menandai bahwa huruf tersebut dibaca sebagai satu suku kata, bukan dipotong, sama seperti ejaan Bahasa Belanda sampai saat ini.
Kebanyakan catatan tertulis Bahasa Melayu pada masa itu menggunakan huruf Arab yang dikenal sebagai tulisan Jawi.

      2.      Ejaan Republik / Ejaan Suwandi
Ejaan Republik dimuat dalam surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mr. Soewandi No.264/Bhg. A tanggal 19 maret 1947.Sebab ejaan ini disebut sebagai Ejaan Suwandi. Sistem ejaan suwandi merupakan sistem ejaan latin untuk Bahasa Indonesia.
Ciri khusus Ejaan Republik/ Suwandi :
1.      Huruf /oe/ dalam ejaan Van Ophuysen berubah menada /u/.
2.      Tanda trema pada huruf /a/ dan /i/ dihilangkan dinamai’ menjadi dinamai.
3.    Koma ‘ain dan koma hamzah dihilangkan. Koma hamzah ditulis dengan /k/ misalnya kata’ menjadi katak.
4.   Huruf /e/ keras dan /e/ lemah ditulis tidak menggunakan tanda khusus, misalnya ejaan, seekor, dsb.
5.      Penulisan kata ulang dapat dilakukan dengan dua cara.
Contohnya:
a)      Berlari-larian
b)      Berlari2-an
6.      Penulisan kata majemuk dapat dilakukan dengan tiga cara.
Contohnya:
a)      Tata laksana
b)      Tata-laksana
c)      Tatalaksana
7.   Kata yang berasal dari bahasa asing yang tidak menggunakan /e/ lemah (pepet) dalam Bahasa Indonesia ditulis tidak menggunakan /e/ lemah, misalnya: (putra) bukan (putera), (praktek) bukan (peraktek).
8.  Awalam ‘di-‘ dan kata depan ‘di’ kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata depan ‘di’ yang menunjukan kata keterangan tempat pada contoh dirumah, disawah, tidak dibedakan dengna imbuhan ‘di-‘ yang menunjukan kata kerja pada dibeli, dimakan.

      3.      Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan / EYD
Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia. Peresmian ejaan baru itu berdasarkan Putusan Presiden No. 57,Tahun 1972. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarkan buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, sebagai patokan pemakaian ejaan itu.
Karena penuntun itu perlu dilengkapi, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya tanggal 12 Oktober 1972, No. 156/P/1972 (Amran Halim, Ketua), menyusun buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan yang berupa pemaparan kaidah ejaan yang lebih luas. Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. 0196/1975 memberlakukan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Pada tahun 1987 kedua pedoman tersebut direvisi. Edisi revisi dikuatkan dengan surat Putusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0543a/U/1987, tanggal 9 September 1987.
1.      Pemakaian Huruf
·         Huruf Abjad
A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Y dan Z.
·         Huruf Vokal
A, I, U, E dan O.
·         Huruf Konsonan
B, C, D, F, G, H, J, K, L, M, N, P, Q, R, S, T, V, W, X, Y dan Z.
·         Huruf diftong
ai, au, dan oi.
·         Gabungan Huruf Konsonan
kh, ng, ny, dan sy.
·         Pemenggalan Kata
a)      Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut.
1)  Jika di tengah kata ada vokal yang berurutan, pemenggalan itu dilakukan di antara kedua huruf vokal itu. Contoh:
Au-la         bukan              a-u-la
Sau-dara    bukan              sa-u-da-ra
2)   Jika di tengah kata ada huruf konsonan, termasuk gabungan huruf konsonan, di antara dua buah huruf vokal, pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan. Contoh:
ba-pak, ba-rang, su-lit, la-wan, de-ngan, ke-nyang, dll.
3)   Jika di tengah ada dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. gabungan huruf konsonan tidak pernah diceraikan. Contoh:
man-di, som-bong, swas-ta, ca-plok, Ap-ril, bang-sa, makh-luk, dll.
4) Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih, pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. Contoh:
in-stru-men, ul-tra, in-fra, bang-krut, ben-trok ikh-las.
b)  Imbuhan akhiran dan imbuhan awalan, termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya, dapat dipenggal pada pergantian baris. Contoh:
makan-an, me-rasa-kan, mem-bantu, pergi-lah.
c)   Jika suatu kata terdiri atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan unsur lain, pemenggalan dapat dilakukan (1) di antara unsur-unsur itu atau (2) pada unsur gabungan itu sesuai dengan kaidah a1, a2, a3 dan a4.
Bio-grafi, bi-o-gra-fi
Foto-grafi, fo-to-gra-fi
Intro-speksi, in-tro-spek-si

2.      Penulisan Huruf
·         Huruf Kapital atau Huruf Besar
o   Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai unsur pertama kata pada awal kalimat. Contoh:
Apa maksudnya?
Dia mengantuk.
o   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Contoh:
Adik bertanya, “Kapan kita pulang?”
“Besok pagi,” kata ibu, “dia akan berangkat”.
o Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan Kitab Suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan. Contoh:
Allah, Yang Mahakuasa, Yang Maha Pengasih, Alkitab, Quran, Weda, Islam, Kristen.
o  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang. Contoh:
Mahaputra Yamin, Sultan Hasanuddin, Haji Agus Salim, Imam Syafii, Nabi Ibrahim.
o   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat. Contoh:
Wakil Presiden Adam Malik, Perdana Menteri Nehru, Profesor Supomo, Laksamana MudaUdara Husein Sastranegara, Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian.
o  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. Contoh:
Amir Hamzah, Dewi Sartika, Wage Rudolf Supratman, Halim Perdanakusumah.
o    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa. Contoh:
Bangsa Indonesia, suku Sunda, bahasa Inggris
o   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah. Contoh:
tahun Hijriah, tarikh Masehi, bulan Agustus, bulan Maulid, hari Jumat, hari Galungan, hariLebaran, hari Natal, Perang Candu, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
o     Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Contoh:
Asia Tenggara, Banyuwangi, Bukit Barisan, Cirebon, Danau Toba, Dataran Tinggi Dieng,Gunung Semeru, Jalan Diponegoro, Jazirah Arab, Kali Brantas.
o   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi, kecuali kata seperti dan. Contoh:
Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak; Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor 57,Tahun 1972.
o   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi. Contoh:
Perserikatan Bangsa-Bangsa, Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial, Undang-Undang Dasar Repulik Indonesia, Rancangan Undang-Undang Kepegawaian.
o   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar dan judul karangan, kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, untuk yang tidak terletak pada posisi awal. Contoh:
Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.
Ia menyelesaikan makalah “Asas-Asas Hukum Perdata”.
o   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan. Contoh:
Prof.          Professor
Tn.             Tuan
o  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan. Contoh:
Surat Saudara sudah saya terima.
“Silakan duduk, Dik!” kata Ucok.
o     Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda. Contoh:
Sudahkah Anda tahu?
Surat Anda telah kami terima.

·         Huruf Miring
o   Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.Misalnya:
majalah Bahasa dan Sastra, buku Negarakertagama karangan Prapanca, surat kabarSuara Rakyat.
o   Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata. Misalnya:
Huruf pertama kata abad adalah a.
Dia buka menipu, tetapi ditipu.
o   Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama ilmiah atau ungkapan asing, kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. Misalnya:
Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostama.
Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini.

3.      Penulisan Kata
·         Kata Dasar
Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan.
Misalnya:
Ibu percaya bahwa engkau tahu.
Kantor pajak penuh sesak.

·         Kata Turunan
bergetar, dikelola, penetapan, menengok, mempermainkan.
menggarisbawahi, menyebarluaskan, dilipatgandakan, penghancurleburan

·         Kata Ulang
anak-anak, buku-buku, kuda-kuda, mata-mata, hati-hati, undang-undang, biri-biri, kupukupu, kura-kura, laba-laba, sia-sia, gerak-gerik hura-hura, lauk-pauk, mondar-mandir, ramah-tamah, sayur-mayur, centang-perenang, porak-poranda, tunggang-langgang.

·         Gabungan Kata
duta besar, kambing hitam, kereta api cepat luar biasa, mata pelajaran, meja tulis, Alat pandang-dengar, anak-istri saya, buku sejarah-baru, mesin-hitung tangan, Alat pandang-dengar, anak-istri saya, buku sejarah-baru, mesin-hitung tangan, astaghfirullah, bagaimana, barangkali.

·         Kata Depan di, ke, dan dari
Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada.
Misalnya:
Bermalam sajalah di sini.
Kita perlu berpikir sepuluh tahun ke depan.
Ia datang dari Surabaya kemarin.

·         Kata si dan Sang
Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
Misalnya:
Harimau itu marah sekali kepada sang Kancil.
Surat itu dikirimkan kembali kepada si pengirim.

·         Partikel
o Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya:
Bacalah buku baik-baik.
o     Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Misalnya:
Apa pun yang dimakannya, ia tetap kurus.

·         Singkatan dan Akronim
o   Singkatan
Muh. Yamin                      Muhammad Yamin
M.Sc.                                 master of science
KTP                                   kartu tanda penduduk
dll.                                     dan lain-lain.
Kg                                     kilogram

o   Akronim
Bappenas               Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
Pemilu                   pemilihan umum

·         Angka dan Lambang
o   Angka
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9,...
I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X,...
0,5 sentimeter
1 jam 20 menit
Rp 5.000,00
Jalan Tanah Abang I No. 15

o   Lambang
Dua belas                          12
Seratus persen                   100%
Tiga perempat                   ¾

4.      Penulisan Unsur serapan
Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain, baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing, seperti Sansekerta, Arab, Portugis, Belanda, atau Inggris. Berdasarkan taraf integrasinya, unsur pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar. Pertama, unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia, sepertireshuffle, shuttle cock, l’axplanation de l’homme. Unsur-unsur yang dipakai dalam konteks bahasa Indonesia, tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing. Kedua, unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya. Berikut ini disajikan beberapa kaidah ejaan yang berlaku bagi unsur serapan adaptasi:
·         ae, jika bervariasi dengan e, menjadi e
Haemoglobin        hemoglobin
Haematite             hematite

·         ai tetap ai
Trailer                   trailer
Caisson                 kaison

·         e, di muka a,u, o dan konsonan, menjadi k
Construction        konstruksi
Crystal                 Kristal
Classification       klasifikasi
Caupe                   kup

·         c, di muka e,I,oe, dan y, menjadi s
Central                sentral
Cylinder              silinder
Ceolom               selom

·         cc, di muka o,u, dan konsonan, menjadi k
Accommodation    akomodasi
Acculturation         akulturasi
Accumulation        akumulasi

·         cch dan ch, di muka a,o,dan konsonan, menjadi k
Charisma               karisma
Chromosome         kromosom

·         ch, yang lafalnya c menjadi c
Chek                    cek
China                   cina

·         ee (belanda) menjadi e
Statosfeer           statosfer

·         ph, menjadi f
Phase                 fase
Photocopy         fotokopi

·         q menjadi k
Aquarium           akuarium
Equator               ekuator

5.      Penggunaan Tanda Baca
·         Tanda Titik (.)
Ada beberapa kaidah dalam penggunaan tanda baca titik (.) yaitu :
a.   Tanda baca titik (.) digunakan untuk mengakhiri kalimat yang bukan yang bukan berupa kalimat tanya atau kalimat seruan. Contoh :
Saya beragama islam.
Hakikat pendidikan adalah memanusiakan manusia.
b.    Tanda baca titik (.) digunakan dibelakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar atau daftar. Contoh :
4.1 Pembahasan Lampiran
c.    Tanda baca titik (.) digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukan jangka waktu. Contoh :
pukul 01.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik)
d.    Tanda baca titik (.) digunakan diantara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka. Contoh :
Lesatariningrum, Dwi. 1989. Teknik Menjahit. Malang: Intan.

·         Tanda Koma (,)
Kaidah-kaidah penggunaan tanda baca koma (,) adalah sebagai berikut:
1.   Tanda baca koma (,) digunakan di antara unsur-unsur dalam suatu perincian. Contoh:
Saya membeli kertas, pena, dan tinta.
2.  Tanda baca koma (,) digunakan untuk memisahkan kalimat setara, apabila kalimat setara berikutnya diawali kata tetapi atau melainkan. Contoh:
Semua pergi, tetapi dia tidak.
Dia bukan kakakku, melainkan adikku.
3.   Tanda baca koma (,) digunakan apabila anak kalimat mendahului induk kalimat. Contoh:
Jika hari ini tidak hujan, saya akan datang.
4.  Tanda baca koma (,) digunakan untuk memisahkan anak kalimat jika anak kalimatnya itu mendahului induk kalimatnya. Contoh:
Saya akan memaafkan, jika ia bertobat.
5.  Tanda baca koma (,) digunakan di belakang ungkapan penghubung antar kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Contoh:
Dia malas belajar. Oleh karena itu, dia tidak naik kelas.

·         Tanda Titik Koma (;)
1.     Digunakan untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis atau setara. Contoh: 
Matahari hamper terbenam; sinarnya yang kemerah-merahan; memantul di atas permukaan laut; indah sekali pemandangan ketika itu.
2.  Digunakan untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung. Contoh:
Sore itu kami sekeluarga sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ayah sedang membaca Koran; ibu menjahit baju; saya asyik membersihkan taman di depan rumah.

·         Tanda Titik Dua (:)
1.      Digunakan sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan perincian. Contoh:
Ketua : Ahmad Wijaya
Sekretaris : Imam Tantowi
2.    Digunakan di anatara jilid atau nomor dan halaman, di antara bab dan ayat di dalam kitab suci, di antara judul dan sub judul, serta nama kata dan penerbit buku acuan. Contoh:
Tempo, I (1971). 34:7
Surat Yasin:19
Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi, sudah terbit.

·         Tanda Hubung (-)
1.   Digunakan untuk merangkaikan se-dengan kata berikutnya yang di dimulai dengan huruf capital, ke- dengan angka, angka dengan- an, singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata, dan nama jabatan rangkap. Contoh:
Se-Indonesia
hadiah ke-2
tahun 50-an
Menteri-Sekretaris-Negara
sinar-X
Men-PHK-kan
2.      Digunakan untuk merangkai bahasa Indonesia dengan bahasa asing. Contoh:
di-smash, di-drill, mem-beckup, di-carge

·         Tanda Pisah (–)
Tanda pisah (–) digunakan di antara dua bilangan atau tanggal dengan arti “sampai ke“ atau “sampai dengan”. Penulisan tanda baca pisah (–) dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya. Contoh:
1920—1945
Tanggal 15—10 April 19970
(Samsudin), 1999:25—34
Samsudin (1999:25—34)

·         Tanda Elipsis (…)
Tanda ini digunakan untuk menunjukan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang hilang. Contoh:
Sebab-sebab kemerosotan akhlak dikalangan mahasiswa…atau diteliti lebih lanjut.

·         Tanda Kurung ((…))
Tanda ini digunakan untuk hal-hal sebagai berikut:
1.     Digunakan untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Contoh:
Dalam buku KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) Bab II pasal 10.
2.  Digunakan untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan. Contoh:
Aku (sebuah puisi karangan Chairul Anwar) adalah puisi angkatan 45.

·         Tanda Tanya (?)
Tanda tanya (?) digunakan pada akhir kalimat tanya, yakni kalimat yang membutuhkan jawaban. Contoh:
Siapa yang membawa tas saya ?

·         Tanda Seru (!)
Tanda ini digunakan sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat. Contoh: 
Alangkah seramnya peristiwa itu!
Ambilkan buku itu!
Duduklah!
Dasar mata keranjang!

·         Tanda Kurung Siku ( [] )
Tanda ini digunakan untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. Contoh: 
Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan dalam Bab II [lihat halaman 67-89])

·         Tanda Petik (“…..”)
Tanda petik digunakan untuk mengakhiri petikan langsung . Contoh:
Kata Toto,”Saya juga berpuasa.”
“Hakikat pendidikan adalah memanusiakan manusia”(Imran,1998)

·         Tanda Petik Tunggal (‘…’)
Tanda ini digunakan untuk mengapit makna, terjemahan, dan penjelasan kata atau ungkapan asing. Contoh:
Mastery Learning ‘belajar tuntas’
Reformasi ‘perubahan’
Keplicuk ‘dalam Bahasa Indonesia disebut terkilir’
Islami ‘bernuansa islam’

·         Tanda Garis Miring (/)
Tanda garis miring digunakan dalam menulis nomor surat, nomor pada alamat, dan penandaan masa satu tahun yang tebagi dalam dua tahun takwim. Contoh:
14/YPU-i/12/99
Jalan Kramat III/10 Jakarta
Tahun Anggaran 1985/19986

·         Tanda Apostrof (‘)
Tanda ini berfunsi untuk penyingkat suatu kata yang digunakan untuk menunjukan penghilangan bagian suatu kata atau bagian angka tahun. Contoh:
malam ‘lah tiba (‘lah = telah) 
1 Januari ’88 (’88 = 1988)



Kelompok 5 | 3KA06
Auda Indah Rianti                  (19111188)
Citra Ayu Rimamelati             (11111671)
Rian Anjasfani                        (16111093)

Metode Ilmiah

Pengertian Metode Ilmiah
Metode ilmiah adalah proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:
1.    Karakterisasi (pengamatan dan pengukuran)
2.   Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
3.    Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
4.    Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas)

Karakteristik Metode Ilmiah
Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan-pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan perhitungan yang cermat. Proses pengukuran dapat dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau dimanipulasi seperti bintang atau populasi manusia. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam table. Digambarkan dalam bentuk grafik atau dipetakan dan diproses dengan penghitungan statistika seperti korelasi dan regresi.

Umumnya terdapat empat karakteristik penelitian ilmiah :
1. Sistematik. Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.
2. Logis. Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bias dengan prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus), atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.
3. Empirik. Artinya suatu penelitian yang didasarkan pada pengalaman sehari-hari, yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian. Landasan empirik ada tiga yaitu :
·   Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau perbandingan satu sama lain).
·       Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu.
·       Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan,melainkan ada penyebabnya.
    4. Replikatif. Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus di uji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variable menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.

Langkah-Langkah Metode Ilmiah
      1.      Memilih dan mendefinisikan masalah
      2.      Survey terhadap data yang tersedia
      3.      Memformulasikan hipotesa
      4.      Membangun kerangka analisa serta alat-alat dalam menguji hipotesa
      5.      Mengumpulkan data primer
      6.      Mengolah, menganalisa serta membuat interpretasi
      7.      Membuat generalisasi dan kesimpulanMembuat laporan

Pelaksanaan metode ini meliputi enam tahap, yaitu :
     1.      Merumuskan masalah.
   2.  Mengumpulkan keterangan, yaitu segala informasi yang mengarah dan dekat pada pemecahan masalah. Sering juga disebut mengkaji teori atau kajian pustaka.
     3.   Menyusun hipotesis yang merupakan kesimpulan sementara yang berdasarkan data atau keterangan yang diperoleh selama observasi atau telaah pustaka.
     4.      Menguji hipotesis dengan melakukan percobaan atau penelitian.
  5. Mengolah data (hasil) percobaan dengan menggunakan metode statistic untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil penelitian dengan metode ini adalah data yang objektif, tidk dipengaruhi subyektifitas ilmuwan peneliti dan universal.
    6.   Menguji kesimpulan untuk meyakinkan kebenaran hipotesis melalui hasil percobaan dan perlu juga dilakukan uji ulang. Apabila hasil uji mendukung hipotesis, maka hipotesis itu bias menjadi kaidah (hukum) dan bahkan menjadi teori.

KELOMPOK:
AUDA INDAH RIANTI
CITRA AYU RIMAMELATI
RIAN ANJASFANI
3KA06

Wednesday, May 28, 2014

20 Cafe Terbaik di Singapura Tahun Ini Versi Burpple

Berikut adalah daftar beberapa kafe di Singapura yang harus Anda kunjungi tahun ini – mulai dari kafe favorit yang tak tergantikan hingga kafe yang baru saja berdiri. Ayo berangkat! Dan jangan lupa tambahkan kafe-kafe di bawah ini ke dalam daftar tempat yang akan Anda kunjungi. 

1. RONIN – Clarke Quay
Untuk Kopi Terbaik




Tidak heran jika Ronin menyediakan kopi terbaik di kota, bersama dengan kafe “saudaranya” The Plain dan The Brave. Kafe ini menonjolkan pesona misterius dan sangat cocok untuk menghabiskan waktu dengan tenang atau brunch santai dengan rekan Anda. Jangan lupa untuk menikmati French Toast yang tersedia di sini, dan jika ingin sesuatu yang baru, coba nikmati Wicked – yang terdiri dari mint, cokelat dan kopi yang akan memberikan rasa nyaman tak tertandingi di dalam tubuh Anda.

2. Lola’s Cafe – Hougang
Untuk Brunch Santai



Lingkungan tenang dengan paduan klasik dan daerah industri. Lola’s adalah tempat yang sangat tepat untuk makan dengan santai. Menu favorit di sini adalah sayap ayam madu dengan paprika dan eggs benedict. Jangan lupa pesan wine yang tersedia dan selamat menikmati akhir pekan yang santai.

3. Assembly Coffe – Bukit Timah
Untuk Salted Caramel Waffles


Meski terletak di jalanan sibuk, Assembly Coffe behasil meciptakan sudut yang penuh dengan nuansa alami yang nyaman. Anda akan segera seperti ditarik ke tempat persembunyian yang nyaman ini, lengkap dengan secangkir kopi yang berasal dari biji kopi Liberty. Jangan lupa memesan Salted Caramel Waffles sambil membaca buku favorit Anda.

4. Brawn & Brains – Mountbatten
Untuk Harta Tersembunyi yang Nyaman

Tersembunyi di sudut OId Badminton Hall, Brawn & Brains, membuat Anda merasa di rumah sesaat setelah melangkah masuk dan ditambah dengan senyum bersahabat dan sambutan yang ramah. Dengan suasana bersahaja yang ceria, Anda bisa menikmati makan siang lezat atau membaca buku sambil menikmati latte dan kue spons Earl Grey.

5. One Man Coffe – Thomson
Untuk Kenikmatan Sederhana

Kafe baru di blok Thomson ini adalah tempat baru menawan yang menawarkan kesederhanaan terbaik. Berbagi lokasi dengan Crust (yang mengambil alih lokasi setelah pukul 17.00), One Man Coffee menyajikan brioche French toast dan telur Toad in the Hole dengan daging yang membuat orang ketagihan. Mereka juga menyediakan kue kecil dari Bakery Artisan Original (BAO).

6. Yellow Cup Coffee - Clarke Quay
Untuk Cangkir Kopi yang Ceria 

Kafe yang baru dibuka di Clarke Quay tentu akan mencerahkan suasana hati Anda dengan cangkir kuning yang memberi semangat dan suasana ceria. Mereka menyediakan kopi premium dari La Strada Marzocco, bersama dengan kue-kue sederhana, wafel dan set makan siang ciabatta. Cicipi makanan khas mereka "Croiffins" (hibrida croissant-muffin) jika Anda ingin sesuatu yang baru!


7. The Humble Loaf- Mountbatten

Untuk Rasa yang Fantastis

Meski ruang untuk kafe ini kecil, rasa yang mereka berikan tidak. Sandwich sederhana mereka yang menggunakan roti buatan sendiri menyembunyikan sebuah kenikmatan. Untuk pembuka, pesan "Not so humble eggs" (seharga sekitar Rp 70.000), yang terdiri dari kombinasi ham Jamon yang diiris tipis di atas telur rebus yang lembut sempurna dan pastinya akan membuat Anda ingin memesan semangkuk lagi. Bersiaplah menghadapi antrean pada akhir pekan!

8. Symmetry – Bugis
Untuk Brunch & Truffle Goreng

Brunch di ruang berdinding bata selalu menjadi kegiatan menyenangkan, mulai dari suasana hingga makanan yang diolah dengan baik. Favorit di sini antara lain Flan ($23/Rp260.000), confit pipi babi dengan tumis jamur, telur rebus, dan kue ringan. Truffle goreng yang disediakan sangat enak, tidak salahnya meluangkan waktu mengunjungi kafe ini ketika berada di lingkungan ini! Jangan lupa akhiri acara makan Anda dengan wafel.

9. To-gather Cafe - Bedok
Untuk Pertemuan yang Menyenangkan

Tempat yang nyaman di bawah flat Bedok HDB ini cocok untuk keluarga muda dan berkumpul dengan teman-teman, To-gather Cafe benar-benar cocok sebagai tempat berkumpul. Dengan harga yang sangat wajar, Anda bisa mendapatkan cake Chocolate Lava ($ 3,80/sekitar Rp35.000) dan kopi, atau makan malam lezat dengan Grilled Pandan Chicken Chop ($ 8,90/sekitar Rp82.000). Seiring dengan suasana dan layanan yang hebat, tidak ada alasan Anda tidak mampir ke kafe ini jika tinggal di dekatnya.

10. Gaest
Untuk Sandwich yang Menggoda 

Dengan semangat untuk menyajikan makanan segar, Anda dijamin akan mendapat makanan Nordic yang sehat dan menggoda, dimulai dengan rye yang baru dipanggang dan roti di Gaest. Pilihlah sandwich babi panggang, atau sandwich kentang rebus dengan garam untuk pilihan menu vegetarian yang luar biasa lezat, atau salad mereka. Paket makan siang dengan kopi besar yang mereka sediakan sangat cocok untuk hari penuh kerja keras di CBD!

11. Wheeler's Yard - Toa Payoh
Buat Santai Sejenak

Gudang yang direnovasi ini sudah menimbulkan kehebohan sejak dibuka sebagai toko sepeda bahkan ruangan luasnya yang nyaman juga menyajikan kopi dan makanan. Sebuah lokasi yang indah untuk bersantai pada akhir pekan, datang dan lihatlah sepeda-sepeda bersama teman, dan bersantailah dengan secangkir kopi. Jangan kaget bila terdengar bunyi bel dan peluit, lagi pula kafe ini kan toko sepeda.

12. My Awesome CafeUntuk Masa Santai yang Luar Biasa

Kafe yang relatif baru ini banyak sekali menampilkan keunggulan bisnis kafe, lengkap dengan bagian depan toko asli Telok Ayer Chung Hwa Free Clinic. Cicipilah My Awesome Salad ($15/sekitar Rp172,744), yang disajikan dengan porsi sayuran, salmon asap, alpukat, dada ayam, rilettes bebek dan tomat yang cukup banyak untuk makan siang yang sehat, kunjungilah untuk menikmati beberapa gelas bir saat Happy Hour setelah kerja!

13. Lowercase
Untuk Kumpul-Kumpul


Kafe yang sangat luas dan nyaman ini terletak di Lasalle College of the Arts. Kafe itu merupakan lokasi bagus buat kumpul-kumpul dengan suasana meriah. Sangat cocok untuk mereka yang ingin menyantap snack saat makan siang atau minum teh dengan harga yang bersahabat, atau menikmati jus dingin pada malam hari, Anda bisa mengunjunginya kapan saja. Kafe ini terkadang menggelar acara dan pertunjukkan langsung pada malam hari, jadi perhatikan jadwalnya sebelum Anda datang!


14. Artichoke Café + Bar - Bencoolen
Untuk Penikmat Rasa yang Mengejutkan

Artichoke merupakan salah satu kafe yang bisa Anda kunjungi untuk hidangan berat, dan dikenal karena penyajian mengejutkannya dalam rasa-rasa khas Timur Tengah dengan cara yang sebaik mungkin. Tersembunyi di sebuah lapangan yang indah, kafe cantik ini cocok untuk santap siang atau malam. Cobalah Mezze Platter atau Lamb Shakshuka untuk brunch dan Sultan’s Delight untuk makan malam. Akhiri dengan baklava dari Overdough di sebelahnya. Jangan lupa untuk memesan tempat terlebih dahulu!


15. Nylon Coffee Roasters - Outram

Buat Penikmat Kopi

Jika Anda penikmat kopi sejati, Anda akan menyukai Nylon. Bersiaplah untuk melihat sebuah kafe mini di bawah sebuah blok Everton Park HDB yang bertujuan untuk memuaskan para penikmat secangkir kafein. Dengan kecintaan besar akan kopi, mereka mengumpulkan, meracik dan membuat kopi dari seluruh dunia. Jangan melewatkannya jika Anda kebetulan ada di sana!

16. The Missing Pan
Untuk Santap Siang yang Menyehatkan

Saat mengunjungi kafe berlantai dua di sepanjang Bukit Timah ini, bawalah beberapa teman untuk menikmati brunch. Nikmati telur orak-arik bersuhu 62 derajat dengan salmon asap ($22/sekitar Rp253.358) dan akhiri dengan French Toast yang sedikit aneh namun sangat lezat yang disajikan dengan pisang goreng, serta dilengkapi ayam, bayam dan jamur lalu disiram dengan sirup maple strawberi asap.


17. Department of Caffeine - Duxton, Tanjong Pagar

Untuk Makanan Lezat yang Konsisten

Dengan standar makanan yang lezat, konsisten dan sepadan dengan harganya, tidak mengejutkan bahwa D.O.C sangat penuh pada akhir pekan (lakukan pemesanan tempat). Nikmati wafel buttermilk jika Anda ingin sesuatu yang manis, atau hidangan sarapan yang tidak pernah gagal memuaskan pengunjung. Saat ini kafe itu menyajikan makan malam pada Kamis dan Jumat, Anda bisa mengunjunginya setelah bekerja untuk menikmati hidangan sederhana dan melegakan.

18. Group Therapy Cafe @ Katong V - Marine Parade
Untuk Kenyaman di Timur

Orang-orang baik dari Group Therapy saat ini memberikan kewarasan dan kenyamanan di Timur, dengan kafe kedua berlokasi di basement Katong V. Lokasi bersantai yang luas ini agak terasa berbeda dari kafe pertamanya di Duxton, namun makanannya sama saja. Pilihlah secangkir kopi dan hidangan Eggs Ben jika Anda malas pergi ke Duxton pada akhir pekan!

19. Common Man Coffee Roasters - Robertson Quay
Untuk Brunch yang Luar Biasa

Bersiaplah untuk mengantre pada akhir pekan di kafe yang memikat ini, dan menikmati hidangannya yang luar biasa. Untuk sesuatu yang berbeda, pilihlah Turkish Full Breakfast. Jika Anda menyukai telur setengah matang (tentu saja), pilihlah hidangan telur setengah matang organik yang ditaruh di atas daging sapi rebus, atau Croque Monsieur yang luar biasa. Jangan harapkan harga kafe yang terjangkau!


20. Waffle Slayer

Untuk Penikmat Wafel


Para pemuda pintar dari Stranger’s Reunion membuat wafel buttermilk yang laris sebagai hidangan utama di Waffle Slayer di sebelah. Menyajikan kombinasi rasa dari semua jenis, bersiaplah untuk berpetualang dengan tinta cumi atau wafel teh hijau. Jika Anda tetap memilih buttermilk yang polos, pilihlah chicken shnitzel dengan kaffir lime mayo. Kendati harganya agak mahal, kombinasinya layak untuk dicoba!(fr/ac/pt)

6 cara agar jeans kamu awet!

kylie-minogue-met-denim-jumpsuit

Dua kata yang cocok untuk menggambarkan sifat jeans adalah comfortable dan wearable. Semua orang pasti memiliki jeans karena item ini cocok digunakan untuk berkegiatan sehari-hari. Kuliah, pergi hang out bareng teman ataupun datang ke acara semiformal bisa menggunakan jeans, hanya saja sesuaikan dengan tema acara. Selain itu, bahannya yang nyaman seringkali membuat beberapa orang memilik jeans sebagai outfit favorit.

Saat ini, jenis, model, dan warna jeans sudah bervariasi. Kita bisa menemukan berbagai macam itemsyang terbuat dari jeans, seperti shorts, pants, or jacket. Tidak jarang orang yang mengoleksi jeans dari berbagai macam jenis. Alangkah baiknya jika kita bisa merawat koleksi jeans yang kita miliki. Tidak sedikit orang yang masih belum bisa merawat jeans mereka. Terkadang mereka melakukan kesalahan-kesalahan yagn bisa merusak dan membuat jeans tidak tahan lama. Untuk menghindarinya, berikut ini adalah beberapa kiat untuk merawat jeans :


1. Saat mencuci jeans, pastikan untuk membalik sisi bagian dalam jeans agar warna jeans tetap terjaga.


2. Jika jeans dicuci menggunakan mesin cuci sebaiknya kancingkan dan resleting jeansmu agar bentuknya tidak berubah. Ada baiknya juga jika jeans dicuci menggunakan air hangat agar kotoran-kotoran yang ada bisa hilang.


3. Air yang dicampur dengan cuka bisa digunakan untuk merendam jeansmu sebelum melakukan pencucian agar warna jeans tetap tahan lama.


4. Hindari untuk mengeringkan jeans dengan mesin pengering karena akan membuat jeansmu mudah menyusut dan kehilangan bentuknya. Sebaiknya jemur jeansmu tepat di mana sinar matahari jatuh diagonal pada jeans yg dijemur.


5. Pastikan untuk menyetrika jeans dalam keadaan kering. Jika jeans disetrika dalam keadaan lembap bisa menimbulkan jamur berwarna biru yang bisa membuat jeans mudah rusak.


6. Saat menyimpan jeans sebaiknya jeans digantung dengan hanger agar tidak ada bekas lipatan.
Jika jeans terkena noda tinta, segera menggosoknya dengan alkohol.



So, there’s no reason not to add more to your collection of denim right? Cause now you already know how to take care of it :)

5 Alasan Menonton "Edge of Tomorrow"

Film “Edge of Tomorrow” (2014) boleh jadi punya premis yang secara instan mengingatkan penontonnya akan sederetan film lain. Meski demikian, film yang disutradarai Doug Liman ini terasa jauh dari kesan derivatif. Di sini, Tom Cruise dan Emily Blunt berdansa dengan takdir dan kematian dalam pengulangan hari tanpa akhir di ujung sebuah perang besar yang akan menentukan nasib umat manusia. Hasil akhirnya merupakan koreografi yang menggabungkan antara film fiksi ilmiah, aksi, thriller, dan komedi dengan takaran yang pas. Tapi, kalau Anda belum yakin kalau “Edge of Tomorrow” merupakan film paling tepat untuk disaksikan pekan ini, faktor-faktor apa saja yang bisa membuat Anda berubah pikiran? Berikut adalah lima alasan menonton “Edge of Tomorrow”.

1. "All You Need is Kill"

Sebelum ganti judul menjadi “Edge of Tomorrow”, film besutan Doug Liman ini punya judul “All You Need is Kill”, sama dengan judul novel yang menjadi dasar adaptasi kisahnya. Novel karya Hiroshi Sakurazaka ini diterbitkan tahun 2004 di Jepang dan punya banyak pembaca, termasuk setelah kisahnya diangkat dalam bentuk manga oleh Ryōsuke Takeuchi dan Takeshi Obata. Dante Harper yang tidak mendapat kredit di filmnya merupakan penulis draft pertama “All You Need is Kill”—naskah yang mendapat tempat prestisius dalam daftar The Black List tahun 2010. Untuk mengembangkan cerita dan menguatkan hubungan antara William Cage (Tom Cruise) dan Rita Vrataski (Emily Blunt), Christopher McQuarrie direkrut untuk merevisi naskahnya, sampai akhirnya berubah menjadi seperti sekarang.

Di luar beberapa perubahan yang dibuat McQuarrie, benang merah dari “All You Need is Kill” dan “Edge of Tomorrow” tetap sama. Cerita mengenai pertarungan antara umat manusia dengan alien yang dinamakan Mimics ini mirip gabungan kisah antara “Groundhog Day” (1993) serta “Starship Troopers” (1997). Bedanya, bila versi filmnya bertempo cepat dan lebih banyak berpindah-pindah lokasi, versi novelnya lebih banyak menghadirkan sang protagonis, Kiriya Keiji, berlatih berulang-ulang sampai dirinya mahir menghadapi serangan Mimics. Selain itu, novel Sakurazaka juga lebih banyak mengekplorasi perasaan Keiji sebagai mesin pembunuh yang kesepian, dan tentunya dihadang oleh keputusan pahit yang tidak dapat dielakkannya sebagai implikasi dari kemampuannya untuk mengulang-ngulang hari.

Bila Anda telah membaca dan menyukai “All You Need is Kill”, “Edge of Tomorrow” patut dipertimbangkan untuk ditonton. Dengan gabungan dari sebagian jalinan cerita dari Sakurazaka dan penyutradaraan dinamis dari Liman, film ini sungguh tidak mengecewakan sebagai sebuah thriller aksi. Tetapi, kalau Anda belum pernah mendengar tentang novelnya sama sekali, Anda tetap dapat sepenuhnya menikmati jalan ceritanya, meski rasa dan hasil akhir keduanya punya perbedaan signifikan.

2. Doug Liman

Kalau Anda sudah pernah menonton dua karya Liman yang paling terkenal, “The Bourne Identity” (2002) serta “Mr. & Mrs. Smith” (2005), Anda sudah bisa membayangkan kira-kira seperti apa bentuk dari film yang ingin disajikan sang sutradara dalam “Edge of Tomorrow”. Dengan premisnya yang unik mengenai seorang pria yang terjebak harus mengulang-ngulang waktu di ujung sebuah peperangan besar, Liman menggunakan bahan yang dimilikinya untuk membuat “Edge of Tomorrow” menjadi kisah dengan laju cepat yang lucu, dan sama sekali tidak terasa repetitif.

Meski sudut pandang Bill Cage mayoritas diperoleh dari garis depan, film besutan Liman ini tidak terasa seperti memuja kekuatan militer. Justru, Cage dan Vrataski lebih banyak mengambil gerakan taktis memanfaatkan informasi yang mereka miliki untuk mengalahkan musuh. Tapi, tentu saja ketika dibutuhkan, exosuit dan seluruh persenjataan yang mereka miliki tidak hanya sekadar jadi pajangan—termasuk pedang panjang Vrataski yang diadaptasi dari versi Sakurazaka yang tadinya merupakan kapak raksasa bermata dua. Secara visual, Liman dan tim VFX-nya juga memanfaatkan dengan baik bujet filmnya untuk menghadirkan adegan perang dan juga desain Mimics dengan baik, meski dengan pergerakan kamera yang cepat, beberapa adegannya terasa cukup menganggu bila disaksikan dalam format 3D.

3. Tom Cruise

Edge of Tomorrow

Baik dalam novel Sakurazaka, manga dari Takeuchi dan Obata, serta naskah dari Harper, Bill Cage merupakan prajurit muda yang tidak punya pengalaman tempur sama sekali. Tetapi, ketika Tom Cruise dipilih sebagai pemeran utama dalam “Edge of Tomorrow”, perombakan cerita jelas perlu dilakukan untuk mengakomodasi Cruise yang sudah berusia 51 tahun ke dalam peran yang harusnya diperuntukkan bagi aktor yang usianya setengah darinya. Tentu, di luar persoalan integritas cerita, lebih mudah untuk melihat pemilihan Cruise sebagai kalkulasi bisnis yang masuk akal.

Walaupun publik mungkin sudah menganggap konsep bintang film sebagai sesuatu yang usang, Cruise yang merupakan salah satu bintang besar terakhir Hollywood selalu konsisten mengangkat filmnya di atas ambang batas rugi. Beberapa film terakhir dengan Cruise sebagai bintang utama, “Oblivion” (2013), “Jack Reacher” (2012), dan “Mission: Impossible – Ghost Protocol” (2011) secara konsisten mencetak angka debut sekitar 15 sampai 40 juta dolar. Karena itu, jauh lebih aman untuk mempercayakan posisi pemeran utama dalam sebuah film berbiaya pembuatan 175 juta dolar di tangan seorang bintang yang sudah teruji.

Bila Anda merupakan penggemar Tom Cruise, tentu ini tak masalah. Apalagi, dalam “Edge of Tomorrow”, Cruise memberikan salah satu penampilannya yang paling solid dan menghibur. Bila Anda kurang sreg dengan Cruise, Anda juga tetap dapat menikmati penampilannya, karena seperti yang dikatakan oleh Liman sendiri, dalam film ini Cruise tampil babak belur, mati puluhan kali, dan tidak seperti karakter heroiknya yang biasa, kali ini ia hadir sebagai prajurit pengecut yang hanya memikirkan diri sendiri.

4. Emily Blunt

Emily Blunt


Kalau dalam kisah ini Tom Cruise menempati posisi Bill Murray di “Groundhog Day”, maka Emily Blunt bisa dibilang berada di posisi yang sama seperti Andie MacDowell. Tetapi, Blunt sebagai Rita Vrataski bukan hanya sosok wanita yang hadir untuk diselamatkan oleh Cage, dan juga tidak hanya jadi obyek untuk dirayu berpuluh-puluh kali. Vrataski yang mengenakan exosuit merah dan menyandang pedang panjang adalah pejuang yang setara dengan Cage di medan perang. Ikatan antara Cage dan Vrataski pun bukan sesuatu yang dipaksakan, namun berjalan perlahan.

Blunt yang pertama kali mencuri perhatian melalui “The Devil Wears Prada” (2006) memang sudah banyak hadir dalam film yang mayoritas adalah drama percintaan. Tapi, baru kali ini penonton dapat melihat bahwa Blunt tidak kikuk berperan dalam sebuah film aksi di mana ia harus mengenakan kostum seberat hampir 50 kilogram dalam syuting yang berjalan berbulan-bulan. Meski perannya tentu saja sekunder di samping Cruise, Blunt tidak hanya tampil sebagai pemanis, tetapi menjadi bagian penting dari filmnya. Kemampuannya untuk menarik simpati membuat penonton menyukai sosok Vrataski yang tangguh dan tidak suka basa-basi, sehingga keselamatan Vrataski sampai akhir cerita merupakan sesuatu yang krusial bagi penonton, serta membuatnya tak hanya sekadar jadi sosok love interest.

5. Humor

Dengan tipe film seperti “Edge of Tomorrow”, penonton tentu masuk ke bioskop dengan ekspektasi akan menonton sebuah film aksi yang seru. Tetapi, yang mungkin tidak disangka, di luar kapasitasnya sebagai sebuah film aksi invasi alien yang solid, “Edge of Tomorrow” juga merupakan film dengan selera humor yang kental. Aksi Cage dan Vrataski sebagai pahlawan pembasmi alien tidak hanya jadi kisah muram standar film-film tentang kehancuran dunia. Ada kekonyolan tersendiri yang dihadirkan dari rasa frustasi Cage ketika dirinya harus bolak-balik bangun-berlatih-mati sampai hidup lagi, dan mendapati bahwa ia terus-terusan kembali membuka matanya di lapangan yang sama beberapa jam sebelum dirinya dipastikan akan tewas lagi di medan perang.

Kelucuan yang hadir juga tak hanya disampaikan secara verbal, tapi juga hadir melalui berbagai skenario konyol yang diambil Cage demi memuluskan rencana latihannya, serta karena dirinya mati berulang-ulang dengan cara yang sering kali tidak elegan. Hal ini untungnya dibantu dengan penampilan Cruise yang tampak sangat nyaman berperan sebagai Cage dengan berbagai perangai bodohnya yang membuat penampilannya kali ini terasa berbeda dari kebanyakan lakonnya di film-film yang lalu sebagai sosok jagoan tanpa cela.

source: click here!

About me

My photo
gak boleh bilang enggak bisa dan enggak boleh bilang nyerah :)